www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#01 Pasal berbagai tempat masuknya Setan pada Kalbu Manusia

          Ketahuilah, sesungguhnya kalbu secara asal fitrahnya menerima petunjuk. Namun, padanya diletakkan syahwat dan hawa nafsu, kalbu berpaling dari fitrahnya tersebut. 

          Pergulatan di dalam kalbu antara para malaikat dan tentara setan terus menerus, hingga kalbu membuka untuk memilih satu diantara keduanya. Kemudian kekuatan yang dipilihnya itupun menguat dan tinggal di dalam kalbu tersebut. 

        Gerakan tentara setan hanya sekedar mencuri-curi kesempatan. 
          Sebagaimana firman Allah ta'ala, "Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi." (An-Nas: 4)  
          Dan, ketika disebut nama Allah oleh seorang manusia, maka setan bersembunyi. Namun, ketika kelalaian menghinggapinya, setanpun menggoda. 

          Tidaklah tentara setan sanggup diusir dari kalbu kecuali dengan dzikrullah (mengingat) Allah ta'ala. Maka, sesungguhnya setan tidak menetap di kalbu bersamaan manusia berdzikir.

- Kedu, bada Subuh, Senin, 18 Shafar 1445 /4 September 2023 -

          Dan, ketahuilah bahwasannya permisalan kalbu itu bagaikan benteng pertahanan, sedangkan setan seperti musuh yang ingin memasuki, memiliki dan menguasai benteng tersebut. Dan, tak mungkin mempertahankan benteng ini kecuali dengan menjaga pintu-pintunya. Tidaklah mampu menjaga pintu-pintunya bagi siapa yang tak mengenal kalbunya.
         
          Seseorang tak akan berhasil menolak setan, melainkan dengan mengetahui tempat-tempat masuknya. Tempat masuknya setan dan pintu-pintunya adalah sifat-sifat hamba (manusia) dan banyak.

          Namun, kami akan jelaskan gerbang-gerbang besarnya, jalur besar aliran, yang tidak sempit bagi tentara setan.
         
          Pintu-pintu gerbang besar itu (ada 10) adalah:
         

1. Kedengkian dan ambisi

          Ketika seorang hamba berambisi terhadap sesuatu. Ambisinya membuat ia buta dan tuli, dan menutupi cahaya pandangannya. Padahal, dengan cahaya tersebut ia mampu mengenali gerbang-gerbang masuknya setan.

          Dan, demikian pula jika ia dengki, setanpun mendapatkan bila ada kesempatan, maka setan memperindah di sisi ambisinya, semua yang mengantarkan seseorang kepada syahwatnya, walaupun itu mungkar atau keji.

2. Amarah, syahwat dan kekerasan

          Maka, marah sanggup menghilangkan akal sehat. Dan, jika kekuatan tentara akal lemah, maka bersamaan itu tentara setan mempermainkan manusia.

          Telah diriwayatkan, bahwa Iblis berkata, 
"Jika seorang hamba dalam keadaan keras (marah) kami akan membolak-balikkannya seperti anak-anak membolak-balikkan - menggocek bola."

- Kedu, bada Subuh, Selasa, 19 Shafar 1445 /5 September 2023 -

3. Gemar memperindah rumah, pakaian dan perabotan rumah

          Maka, ini senantiasa mengundang seseorang untuk mendirikan rumah dan memperindah atap dan dindingnya, serta memperindah pakaian dan perabotan rumahnya. Akibatnya, manusia merugi karena sepanjang umurnya untuk yang demikian.

4. Rasa kenyang

          Bahwasannya, rasa kenyang akan menguatkan syahwat seseorang dan berat untuk melakukan ketaatan.

5. Ambisi kepada manusia

          Sesungguhnya, barang siapa yang berambisi kepada seseorang sosok, sampai-sampai membuat dia memberi pujian kepada sosok tersebut dengan apa-apa yang tidak ada padanya, dan mencari muka di hadapannya. Dia tidak menyuruhnya berbuat makruf (kebaikan), dan tidak melarangnya dari kemungkaran (keburukan).

6. Ketergesa-gesaan dan meninggalkan pembuktian

          Dan, sungguh Nabi Shallallahu alaihi wasallam telah bersabda, 
"Ketergesa-gesaan berasal dari setan, sedang kehati-hatian berasal dari Allah ta'ala."


Hadits tersebut dhaif (lemah): dikeluarkan oleh Tirmidzi (2012) Al-Birr wash Shilah, dari jalannya Abdul Muhaimin bin Abbas bin Sahl bin Sa'ad As-Sa'ada dari bapaknya dari kakeknya, berkata, bahwa Rasulullah Shallahu alaihi wasallam telah bersabda, "... Al-Hadits". Dan telah berkata Abu Isa, "Hadits ini gharib." Dan, telah memperbincangkan sebagian Ahlul Ilmi pada Abdul Muhaimin bin Abbas bin Sahl, dan kelemahannya pada sisi hafalannya. Dan, Al-Asyja bin Abdul Qais namanya: Mundzir bin 'Aidz. Dan, Hadits tersebut dilemahkan Syaikh Al-Albani pada Dhaif At-Tirmidzi.

Dari terjemahan kitab: lihat juga Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (1795).

7. Cinta harta

          Ketika harta menetap di kalbu seseorang, harta merusak kalbu, dan menyeretnya untuk mencari harta melalui jalan lain (tidak benar). Hal tersebut menjerumuskannya kepada sifat kikir, dan menakut-nakuti kepada kemiskinan. Maka, yang demikian menghalanginya untuk menunaikan hak-hak yang semestinya ditunaikan.

8. Menggiring kalangan awam (kurang ilmu) kepada fanatisme mazhab, 

         tanpa mengamalkan apa yang seharusnya diamalkan sesuai mazhab tersebut.

9. Menggiring kalangan awam (kurang ilmu) kepada pemikiran Dzat Allah ta'ala dan Sifat-sifat-Nya

          Dan, pada berbagai masalah yang akal-akal mereka tak terjangkau padanya, sehingga hal tersebut meragukan mereka terhadap prinsip agama ini.

10. Prasangka buruk kepada kaum muslimin

          Maka, sesungguhnya barang siapa menghukumi seorang muslim dengan sangka buruknya, ia telah merendahkannya dan menjelek-jelekkan dengan lisannya. Dia memandang bahwa dirinya lebih baik darinya. Dan, bahwasannya prasangka buruk ini menguatkan pada kejelekan yang tersangka.
          Dikarenakan, seorang beriman semestinya memberi udzur pada bagi orang beriman lainnya. Sedangkan orang munafiq akan mencari aib-aib orang beriman.
          Seseorang semestinya untuk menghindari tempat-tempat yang bisa menimbulkan prasangka pada dirinya.
          
          Inilah beberapa pintu besar (gerbang) tempat masuknya setan. Dan bencana-bencana tersebut dengan menutup pintu-pintu tempat masuk tersebut. Yaitu, dengan menyucikan kalbu dari sifat-sifat (karakter) tercela tersebut.
          
          Dan, akan datang pembahasan tentang sifat-sifat tersebut - In sya Allah ta'ala - secara terperinci.

         Jika, asal-muasal berbagai sifat kalbu ini telah tercerabut, maka yang tertinggal bagi setan di kalbu adalah was-was dan bersitan-bersitan yang tidak kokoh. Maka, dzikrullah akan menghalanginya yang demikian itu, dan pembangunan taqwa pada kalbu.
         
         Permisalan setan itu seperti anjing lapar, yang berusaha mendekati Anda. Jika pada kedua tangan Anda tak ada daging dan roti, Anda cukup mengusirnya dengan Anda mengatakan, "Hush!". Namun, jika pada kedua tangan Anda ada sesuatu (makanan), sementara sang anjing lapar, dia tak akan pergi hanya dengan perkataan  usiran. Demikian pula, kalbu yang kosong dari makanan setan, setan mudah terusir dengan hanya dzikir.
         
         Adapun kalbu yang diliputi oleh hawa nafsu, dzikir hanya mampu mengusir (mencapai) tepi-tepinya saja, dan dzikir tak sampai pada lubuk kalbu, dikarenakan setan bercokol di lubuk (pusat) kalbu tersebut.
         
         Jika Anda ingin kebenaran (fakta) yang demikian itu, maka perhatikan shalat Anda. Dan, lihatlah bagaimana setan membisikkan kalbu Anda untuk mengingat pasar, perhitungan antara penjual dan pembeli, serta mengingatkan tentang pengaturan urusan dunia.

Bibliografi

  • Kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin - Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi
  • Buku terjemahan - Mukhtashar Minhajul Qashidin - At-Tuqa
  • Kajian Islam Mukhtashar Minhajul Qashidin - Al-Ustadz Qomar ZA, Lc - Masjid Umar Ibnul Khaththab, Ponpes Darul Atsar, Kedu, Temanggung

Mukhtashar Minhajul Qashidin
Belajar dengan Menulis Saban Hari

***

WhatsAb Sabar
WhatsApp Salafy Asyik Belajar Saban Hari

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...