www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#01 Pendahuluan (mukadimah) Tarikh (sejarah) Ilmu Mushthalah dan Pertumbuhannya

          Dahulu, penulisan Ilmu-ilmu Islamiyah ditulis belum ada (tanpa ada - izzuka.com) ilmu Mushthalah al-Hadits dan Ushulnya. 

          Terkecuali,  penulisan itu ada, menjadi bagian jenis yang terpisah di dalam penulisan kitab ar-Risalah (Ilmu Ushul Fiqh) dan al-Umm (Ilmu Fikih), yang keduanya ditulis oleh Imam Syafi'i - rahimahullahu ta'ala -, dan di dalam Muqadimmah Shahih Muslim dan yang lainnya seperti pada akhir Jami' at-Tirmidzi.

1. Kemudian pada tahun 400 Hijriyah, pada saat itu mulai berkembang (matang) ilmu-ilmu dan bidang-bidang dan penetapan istilah. Qadhi Abu Muhammad al-Hasan bin Abdurrahman bin Khalad Ramahurmuzi (wafat pada tahun 360 H) menyebarkan bidang al-Mushthalah, beliau sebagai penulis pada awal-awal permulaannya kitab:
((المحذث الفاصل بين الراوي و الواعي)) - al-Muhadits al-Fashil baina ar-Rawi wa al-Wa'i.

2. Kemudian ilmu tersebut meluas (menyebar), dan padanya ada ulama-ulama. Maka, datanglah Abu Abdillah al-Hakim an-Naisaburi (wafat pada tahun 405 H) dan menulis, 
((معرفة علوم الحديث)) - Ma'rifah 'Ulum al-Hadits tetapi belum mencakup semua dan tersusun sempurna.

3. Kemudian, datanglah Abu Nu'aim Ahmad bin Abdullah al-Ashbahani (wafat pada tahun 430 H), yang membuat tulisan atas kitab Imam al-Hakim مستخرجا - Mustakhraja dan masih ada hal-hal yang butuh diteliti.

4. Kemudian, muncul al-Khatib Abu Bakar Ahmad bin Ali al-Baghdadi (wafat 463 H) menulis ketetapan-ketetapan riwayah dalam kitab ((الكِفَايَة)) - al-Kifayah dan dalam bentuk adabnya dengan nama: 
((الجامع لآداب الشيخ و السامع)) - al-Jami' li Adab asy-Syaikh dan as-Sami', dan kitab-kitab lainnya secara tersendiri dalam banyak bidang al-Hadits.
         Hal tersebut di atas, yakni kitab-kitab al-Khatib telah menjadi suatu hutang budi bagi setiap yang datang setelah al-Khatib al-Baghdadi, seperti yang telah dikatakan pula oleh Abu Bakar bin Nuqthah.

5. Kemudian, datanglah al-Qadhi 'Iyadh (wafat 544 H), dan mengumpulkan yang tersebar di atas dalam: 
((الإلماع في ضبط الرواية و تقييد السماع)) - Al-Ilma' fi Dhabthi ar-Riwayah wa Taqyid as-Sama'

6. Kemudian Abu Hafsh al-Mayaniji (wafat 580 H) menulis suatu juz yang bernama: 
((ما لا يسع المحذث جهله)) - Ma La Yas'a al-Muhadits Jahlahu (Yang Seharusnya Ahli Hadits Tidak Bodoh - istilah-istilah hadits - izzuka.com).

7. Dan, setelah mereka dan selain mereka, datanglah al-Hafizh Abu 'Amr 'Utsman bin Abdurrahman yang dikenal dengan Ibnu Shalah yang tinggal di Damaskus (wafat 643 H). Ibnu Shalah mengumpulkan materi-materi ilmu hadits dan mengajar di Madrasah al-Asyrafiyah yang dikenal dengan nama Darul Hadits. Kitabnya bernama 'Ulumu al-Hadits yang terkenal juga bernama Muqadimmah Ibnu Shalah.

          Beliau menyusun bidang hadits ini, lalu mendiktekannya kalimat per kalimat2, dan memberi perhatian dengan cermat terhadap tulisan-tulisan al-Khatib al-Baghdadi yang masih terpisah-pisah, lalu dikumpulkan menjadi satu, dan ditambah padanya faedah-faedah yang lainnya. Sehingga terkumpullah di kitabnya Ibnu Shalah apa yang tadinya masih terpencar-pencar.

          Sehingga para ulama mengelilingi kitab ini, mereka berjalan dengannya, dan ada yang membuat:
al-mukhtashar (ringkasan) nya seperti:
Imam Nawawi dalam kitab Irsyad
al-Bulqiniy dalam Mahasin Istilah

nazham (bait syair-syair)
al-'Iraqiy dalam Alfiyah al-'Iraqiy

✓ Ada pula dalam bentuk mustadrak (melengkapi) dan mu'aridh (kritikan-kritikan) pada karya Ibnu Shalah tersebut.

          Di antara kitab-kitab ringkasan yang bermanfaat:
✓ Kitab Nukhbatul Fikar fi Musthalah al-Atsar ditulis oleh Ibnu Hajar al-Asqalaniy (murid al-'Iraqiy) (wafat 852 H). Kitab ini disyarah oleh banyak ulama, di antaranya oleh
Ibnu Hajar al-Asqalaniy sendiri
Muhammad bin Ahmad bin Hajar (putranya Ibnu Hajar al-Asqalaniy)
Abdur Ra'uf al-Manawiy
Muhammad Shadiq bin Abdul Hadi as-Sindiy

Nukhbatul Fikar dalam bentuk nazham (bait-bait syair) oleh
Syihabuddin Ahmad ath-Thufiy (wafat 883 H)
Muhammad bin Isma'il al-Amir ash-Shan'aniy (wafat 1182 H).

          Di antara kitab paling ringkas dari yang ringkas-ringkas adalah:
Al-Manzhumah al-Baiquniyyah oleh Syaikh Umar bin Muhammad bin Futuh al-Baiquniy ad-Dimasyqiy (wafat 1080 H).
Dan, disyarah oleh Shidiq Hasan Khan (wafat 1307 H) dan kitabnya bernama al-'Urjun fi Syarh al-Baiqun.

          Di antara kitab-kitab (yang lebih tebal) yang dianjurkan untuk dibaca:
Tadribu ar-Rawi syarh Taqrib an-Nawawi oleh Suyuthiy (dipelajari di Universitas Islam Madinah).
Fathul Mughits syarh al-Alfiyyah oleh Sakhawiy (murid Ibu Hajar al-Asqalaniy)
Taudhih al-Afkar syarh Tanqihul Anzhar oleh Shan'aniy.
Qawaid at-Tahdits oleh Jamaluddin al-Qasimiy.
Taujihul Nazhar ila Ushulil Atsar oleh at-Thahir al-Jazai'iriy ad-Dimasyqiy.

         Dan semoga Allah membalas semuanya dengan kebaikan balasan.

Sumber:
Kitab Min Athyabil Minah Fi Ilmil Musthalah
Kajian Islam Min Atyabil Minah Fi Ilmil Musthalah - Al-Ustadz Abu Abdurrahman Hammam
Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...