www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#04 Frasa pada definisi Feature: Nonfiksi

Nonfiksi

          Tulisan Feature berdasarkan fakta berupa peristiwa yang senyatanya terjadi dan pendapat orang yang benar-benar diucapkannya, bukan khayalan atau diada-adakan.
          
          Jurnalistik mesti berurusan dengan peristiwa nyata dan kejujuran pendapat apa adanya. Hal ini berlaku bukan saja untuk berita lurus, bahkan untuk seluruh tulisan yang dimasukkan dalam klasifikasi karya jurnalistik.
          
          Walaupun suatu tulisan Feature berisi pendapat seseorang, yang terkadang berisi  saran dan alternatif, tetap harus taat pada etika ketepatan fakta. Yang itu akan menjadi fungsi kontrol sosial media massa, yang berkehendak agar kenyataan kehidupan sosial menjadi baik.
 
          Feature harus berdasarkan fakta, jika tidak, boleh jadi malah jadi tulisan fiksi, berupa cerita pendek atau bersambung berdasarkan khayalan.
          
          Terlepas dari itu semua, penulis tentu tetap membutuhkan imajinasi yang baik untuk menjahit kata dan kalimat menjadi cerita yang menarik. Namun, imajinasi penulis tak boleh mewarnai atau menambah-nambah yang tak sesuai fakta.
          
          Pendek kata, cerita khayalan tak boleh ada dalam penulisan Feature. Seorang penulis jujur tak akan menipu pembacanya, walau sedikit. Karena itu melanggar etika, dan terancam bahaya sebagai pendusta.
          
          Feature tak boleh berupa fiksi, dan setiap "pewarnaan" fakta tak boleh membohongi pembaca. Dusta itu sumbunya pendek, dan jika terbongkar, maka kepercayaan pembaca pada sang penulis hancur.
          
          Ada beberapa derajat "kefiktifan", yakni:
          
✓ Paling menyolok bila seorang penulis membuat cerita dengan bahan betul-betul bikinan.

✓ Godaan yang sering terjadi adalah, penulis hampir menyelesaikan tulisan yang baik, tetapi ada beberapa unsur yang tertinggal. Penulis mungkin mencoba memperoleh unsur-unsur itu dengan mengajak bersekongkol tokoh dalam Featurenya "meramaikan" cerita. Tokoh yang diwawancarai bekerjasama dengan penulis untuk menjual cerita yang cenderung palsu.

✓ Satu trik modus lagi, yaitu dengan menaruh "satu kalimat untuk menjadi kutipan" ke mulut orang yang diwawancarai. Siasatnya, penulis mengawali dahulu kutipan tersebut yang telah diarahkan (digiring) dengan berupa pertanyaan, "Apakah Anda ...?" Dan menunggu anggukan tanda setuju tokoh yang diwawancarai, tak peduli sungguhan atau khayalan.

           Penulis-penulis tak etis layaknya pembohong itu memang ada. Mereka hidup dalam ketakutan bila kedustaannya terbongkar. Kita sebagai penulis-penulis jujur, harus sadar bahwa ancaman keras berupa adzab di Neraka dan jatuhnya kepercayaan di mata manusia, merupakan taruhan yang tak bisa dipandang rendah.
           
           Sekali lancung ke ujian, selamanya orang tak percaya. Suatu peribahasa tua negeri kita, yang tak lekang oleh waktu.
           
           Meruntuhkan kepercayaan sangat mudah, tetapi membangunkannya yang telah berkeping-keping kembali bukan perkara mudah.

***

Buku
Menulis Artikel
Asyik Dibaca - 50k

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...