www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#01 Mendesain Perilaku menuju Kebiasaan Belajar dan Menulis

           Ini adalah sistem, untuk berpikir secara jernih tentang perilaku manusia dalam mendesain cara-cara sederhana untuk mengubah kebiasaan kita, bagaimana hadirnya kebiasaan belajar dan menulis.
          
          Dalam suatu penelitian, untuk pembentukan kebiasaan yang langgeng, hanya ada 3 hal yang dapat kita lakukan:
          1. Mengalami pencerahan (pemotivasian)
          2. Mengubah lingkungan kita
          3. Mengubah kebiasaan kita dengan langkah-langkah kecil.
          
          No. 1, yakni pemotivasian untuk diri sendiri atau orang lain cukup sulit melakukannya. Sedangkan dua pilihan terakhir, dapat menuntun kita pada perubahan yang berkesinambungan.
          
          Dan, untuk memulainya kita harus menciptakan kebiasaan baik yang kecil. Kebiasaan baik yang kecil merupakan jalan menuju mengembankan kebiasaan yang jauh lebih besar. Bahkan, kita akan bisa menyingkirkan kebiasaan yang tak diinginkan. Intinya:
          ✓ Temukan perilaku yang kita inginkan
          ✓ Jadikan perilaku itu kecil
          ✓ Temukan tempat di mana perilaku itu bisa masuk secara alami dalam kehidupan kita.
          ✓ Pupuklah pertumbuhannya
          
          Lalu, mengapa mesti kecil?
          

Kecil itu cepat

           Waktu. Bahkan, Allah Subhana wa ta'ala bersumpah demi waktu. Waktu adalah makhluk yang paling "cuek". Ia bergerak terus tanpa peduli. Dan, kita tak pernah cukup waktu, kita selalu menginginkan waktu lebih.
           
           Terkadang, kita melakukan panggilan telpon dengan klien kita, sambil makan camilan di mobil saat berada di pantai bersama anak-anak, karena kita terdesak waktu. Hal itu mengantar kepada pola "selalu kurang waktu", kita yakin waktu tak akan pernah cukup. 
 

         
           Jadi?
           
           Ya, kita akan senantiasa mengatakan, "Tidak, terhadap perubahan, karena kita tak pernah memiliki waktu untuk memupuk kebiasaan belajar dan menulis."
           
           Belajar 30 menit sehari? Membaca buku atau murojaah kitab setiap malam? Menulis beberapa kalimat faedah dari seorang ulama setiap hari? Lupain aja.
           
           Siapa yang punya waktu?
           
           Namun, melakukan perubahan hidup itu bisa jauh lebih mudah. Kita bisa memulainya dari sesuatu yang kecil.
           
           Kita bisa berfokus dengan memasukkan atau menempelkan tindakan kecil kebiasaan belajar dan menulis pada kebiasaan lainnya, kemudian kebiasaan belajar dan menulis akan berkembang dengan alami.
           
           Memulai kebiasaan belajar dan menulis yang kecil - mungkin 2 menit - , ini berarti kita bisa mulai menciptakan perubahan besar tanpa khawatir melibatkan waktu yang banyak. Bisa kita mulai dengan tiga perilaku yang sangat kecil misalkan,
           ✓ Menghafal 
           ✓ Membaca, atau mendengarkan
           ✓ Menulis

           Atau, jika tiga perilaku belum sangat kecil, maka satu saja cukup, misal membaca atau mendengarkan kajian saja dulu. 
           
           Tak peduli, sebesar apa keinginan kita untuk menumbuhkan kebiasaan belajar dan menulis, kita tak akan bisa belajar dan menulis secara konsisten, jika kita memulainya dengan sesuatu yang besar. Berat. Boleh jadi, pertama kali kita mampu belajar dan menulis dalam waktu yang lama, tetapi kebiasaan belajar dan menulis itu mungkin tak akan bertahan lama.
           
           Terkadang dalam kehidupan, sesuatu yang kecil itu bukan hanya pilihan terbaik, tetapi mungkin satu-satunya pilihan.
           
           Kita akan berlanjut, membahas mengapa kita menggunakan kata kecil dalam perilaku menuju kebiasaan belajar dan menulis, dan apa makna yang lebih dalam dari kata tersebut. Sementara kita tunda sampai di sini, jika terlalu panjang, lebar dan luas akan bertentangan dengan konsep kecil itu sendiri.

Kecil itu bisa dimulai sekarang juga!

           Yang kecil itu realistis, tidak muluk-muluk. Dan, kita dapat memulainya saat ini juga! Kita sanggup memulai belajar dan menulis, detik ini. 
           
           Yang kecil itu akan, 
 ✓ cocok dengan situasi apapun yang kita hadapi, mungkin kita dalam kondisi sulit, sempit dan dalam tekanan.
Tetap sesuai dengan situasi kehidupan dan keunikan jiwa masing-masing kita yang harus kita hadapi. 
           
           Untuk latihan pertama, kita akan coba mulai mempraktekkan kebiasaan baru, dalam hal ini perilaku menuju kebiasaan belajar dan menulis setiap pagi. Ini perilaku sederhana dan membutuhkan waktu hanya sekitar 3 detik. Yaitu:
           
Setelah bangun tidur, lalu duduk, membaca doa bangun tidur, dzikir setelah bangun tidur, dan berdoa, segera ucapkan kalimat ini,

"Bismillah, hari ini, aku belajar dan menulis lebih baik, insya Allah," 

bersamaan itu rasakan optimis dan positif dalam kalbu. Rasakan juga kalimat tersebut betul-betul meresap dalam pikiran kita.

           Dengan kebiasaan Aksi 3 Detik, kita bisa langsung mulai berjalan - nyaris tanpa usaha keras sedikitpun - menuju masa depan ilmu dan amal yang lebih baik.
 

            Kalimat yang diucapkan tidak mesti seperti di atas, intinya bebas. Dan, inipun tidak diharuskan - khawatir dianggap syariat yang ditetapkan - , semisal doa, kapan saja dan dimana sajapun bisa. Dan, doa sendiri kita tahu ada waktu-waktu mustajab. 
           
           Misalkan, kalimat pilihan lain:
           ✓ "Bismillah, hari ini, aku belajar dan menulis luar biasa, insya Allah."
           ✓ "Bismillah, hari ini, aku belajar dan menulis yang bermanfaat, insya Allah."
           ✓ Dan variasi kalimat lainnya, sesuai kebutuhan kita atau yang terasa lebih pas untuk kita.
           
           Alasan yang paling masuk akal adalah, ketika bangun tidur pagi hari, pikiran kita masih bersih, segar, belum ada pikiran lainnya. Sehingga alangkah baiknya jika kita memulai pikiran dengan hal yang baik, semangat kepada hal yang bermanfaat, seperti 

Nabi kita Shallallahu alaihi wasallam perintahkan, "Bersemangatlah pada apa-apa yang akan memberi manfaat kepadamu."
           
           Untuk waktupun, tidak harus ketika bangun tidur pagi hari, tetapi disesuaikan rutinitas kita, misalkan ketika sedang bercermin, ketika keluar dari rumah, dan sebagainya. Tentunya mengutamakan atau mendahulukan doa-doa sehari-hari kegiatan yang dilakukan sesuai Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
           
           Terkadang, kita seakan-akan dihantui bahwa hari ini, bukan hari yang baik, karena telah terbayang apa yang akan terjadi. Kejadian dan peristiwa memang merupakan sebab - akibat yang berhubungan, berantai.  Kemarin, atau beberapa hari yang lalu merupakan informasi yang akan berakibat pada hari ini, bisa saja terjadi. Namun, disarankan tetap mengucapkan kalimat tersebut. Jika perasaan kita mengatakan ini hanya akal-akalan dan palsu dalam memanipulasi perasaan kita, maka pasrahkan semuanya kepada Allah Subhana wa ta'ala. Maka dari itulah, kalimat tersebut diakhiri dengan "insya Allah". Segala daya upaya di bawah kehendak-Nya.
           
           Insya Allah, ini bisa membantu kita dalam perilaku kebiasaan belajar dan menulis, bahkan di hari terburuk sekalipun. Kepasrahan kita kepada-Nya, seolah-olah, bahkan sangat mungkin bagi-Nya membuka secercah menuju hari yang benar-benar baik untuk belajar dan menulis. Dan, dahsyatnya itu terjadi hampir setiap hari.
           
           Kita anggap, kebiasaan kecil mengucapkan kalimat tersebut yang hanya 3 detik tersebut sebagai:
           ✓ Latihan melakukan kebiasaan secara konsisten.
           ✓ Menanamkan pada kalbu kita, betapa sangat mudahnya untuk memulai suatu kebiasaan.
           ✓ Mengajari diri kita, suatu kondisi kalbu terpenting dalam perubahan perilaku menuju kebiasaan baik, belajar dan menulis: "merasa tenang, tentram dan bahagia". Bukankah kebaikan itu membuat tenang kalbu, sedang kejelekan mengantar kepada kegoncangan kalbu?
           
***
Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...