www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#03 Pembahasan frasa pada definisi Feature: Tulisan Lengkap

 Tulisan Lengkap

          Adalah, maksudnya tulisan singkat yang    
✓ membahas soal tertentu dari sudut pandang penulisnya
bebas dari ikatan yang berlaku
✓ dan pembahasannya menyatukan bagian-bagiannya secara lengkap,
✓ sehingga tema tulisan tergambar dengan jelas.

          Lengkap tidaknya suatu tulisan bisa dilihat dari dua sudut pandang:
Pertama, tulisan menyatukan bagian-bagiannya.
Kedua, tulisan memadukan jalan pikiran penulisnya.


Tulisan menyatukan bagian-bagiannya

          Tulisan menyatukan bagian-bagiannya, baru dikatakan lengkap apabila penyampaiannya memenuhi syarat dua tolok ukur cara berpikir logis, dan tertib susunan tiap unsurnya, yaitu:
✓ berpikir secara deduktif
✓ berpikir secara induktif, termasuk berpikir secara sebab - akibat.

          Masalah deduktif dan induktif pernah telah lewat dibahas pada kategori: Menulis Artikel pada blog Yuk! Menulis di studio www.sketsarumah.com terkait materi Paragraf. Namun, disini memang secara pola mirip, hanya saja disini agak berbeda, dikaitkan dengan pola berpikir menulis Feature secara keseluruhan.

           Berpikir secara deduktif adalah:
✓ Penulis memulai tulisannya dari hasil pengamatannya atau pemikirannya yang ia rumuskan secara umum, dan ia duga benar (Umum).
✓ Kemudian, ia susulkan rincian khususnya (Rincian ke Khusus), 
✓ lalu kembali ke rumusan umum sebagai penutup tulisan (Umum atau Penutup).

Untuk jelasnya, perhatikan contoh berikut:
Umum: Kenikmatan merokok hanya sesaat, tetapi akibat jangka panjangnya buruk.
Rincian ke khusus
# Asal usul merokok
# Bahan rokok
# Zat yang berbahaya di dalamnya
# Dan sebagainya.
Umum atau Penutup: Merokok membahayakan hidup

          Berpikir secara induktif berarti:
✓ Penulis mengawali tulisannya dari hasil pengamatannya atau pemikirannya berupa beberapa unsur khusus dari suatu gejala, peristiwa atau kenyataan (Khusus atau Rincian), 
✓ lalu memberi kesimpulan-kesimpulan (Rincian ke Umum), dan 
✓ akhirnya mengemukakan ketentuan umum mengenai hal-hal khusus tersebut (Umum atau Penutup).

Berikut suatu contoh:
Khusus atau rincian: Menemukan pedagang asongan hampir di setiap persimpangan jalan raya ibukota, Jakarta yang ada lampu pengatur lalu lintasnya. Pemandangan itu disaksikan setiap hari ketika penulis pergi - pulang kantor.
Rincian ke Umum: Mengajukan pertanyaan kepada sejumlah pedagang asongan yang dipilih secara acak, faktor apa yang mendorong mereka mencari rizki di setiap persimpangan jalan yang ada lampu pengatur lalu lintasnya.
Umum atau Penutup: Secara umum mereka menjawab, sulit memperoleh pekerjaan di sektor formal (di perusahaan atau lembaga pemerintah).

Tulisan memadukan jalan pikiran penulisnya

           Tolok ukur lengkap kedua, adalah terpenuhinya syarat kepaduan pengutaraan unsur atau isi Feature dengan struktur tulisan yang secara implisit (tersirat) tergambar adanya:
pendahuluan, berupa kalimat-kalimat yang dirumuskan dalam Lead, atau Teras Tulisan, sebagai pengendali penentu arah tulisan
✓ lalu rincian Teras Tulisan tersebut, sebelum sampai kepada
kesimpulan atau Penutup.

***

Buku
Menulis Artikel
Asyik Dibaca - 50k

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...