www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#08 Rute 5 - Debat /Sanggahan

Isinya, seberapa tahan sang tokoh utama terhadap perubahan atau persiapan tokoh utama untuk meretas ke Bagian Tengah.

Posisinya, 10% - 20% (dari Katalis sampai akhir Bagian Awal).
         
         Setiap aksi katalis biasanya ada reaksi. Sang tokoh utama akan bertanya pada dirinya sendiri:
✓ Sekarang bagaimana?
✓ Apa yang mesti aku lakukan?
✓ Apakah aku harus pergi?
✓ Atau apakah aku mesti bertahan?
✓ Bagaimana aku mampu bertahan hidup (sintas)?
✓ Apa yang akan terjadi berikutnya?
         
         Selalu ada keraguan pada benak sang tokoh utama, jika akan melakukan kebaikan. Debat terjadi ketika tokoh utama mundur selangkah, dan kemudian memutuskan apa tindakan selanjutnya setelah adanya Katalis yang menggemparkan.


         Mengapa sang tokoh ragu-ragu, menerima kejadian buruk katalis yang menggoncangkan dan tidak terus melangkah saja? Karena itu memang tidak umumnya kejadian nyata. Merenung, mempertimbangkan pilihan dan mengumpulkan banyak informasi merupakan kebiasaan yang kita lakukan sebagai manusia biasa. Tak semua orang langsung menerima perubahan, bahkan tak seorangpun akan berkata, "Baiklah, aku rasa kehidupanku selama ini tak berhasil sama sekali, dan kinilah saatnya mengubah hidup!"
 
         Itu tak wajar! Sang tokoh tertatih-tatih, menimbang-nimbang sebelum memutuskan. Berdebat, bersanggahan antara 2 kutub dalam sanubarinya.

         Rute ini, akan memperlihatkan betapa sang tokoh utama mati-matian berusaha menerima perubahan yang begitu saja terlontar ke dalam kalbunya. Dia pasti butuh suasana tenang dan luang untuk melakukan hal ini. Sang tokoh utama betapa berjuang untuk menetapkan hati apa yang harus dilakukan selanjutnya dalam seluruh aspek kehidupannya. Secara alami, keputusan tersebut perlu waktu, dan tak biasa bila terjadi terlampau cepat. Para pembacapun tahu itu.

         Terkadang perdebatan tersebut, tidak harus suatu keputusan. Maksudnya, bukan tentang tokoh utama menetap atau pergi, tak bertindak atau bertindak. Namun, itu telah jelas. Pilihan telah kuat cenderung pergi bertindak. Hanya saja debat tersebut untuk meyakinkan diri, membuktikan bahwa menetap atau tak bertindak adalah bukan pilihan. Seperti halnya "istikharah", para ulama mengatakan, bahwa hendaknya kita lakukan bila telah ada kecenderungan ke arah mana. Lalu keputusan tersebut kita serahkan kepada Allah Subhana wa ta'ala dengan istikharah.

         Jadi, sebenarnya apa yang dilakukan tokoh utama pada rute 5 ini?

         Jawabannya, 
sang tokoh mempersiapkan diri untuk suatu perjalanan besar dan panjang. Sang tokoh utama mengumpulkan perlengkapan mental, material, fisik dan emosi.

         Justru pertanyaan pada rute Debat ini berupa, "Aku tahu bahwa aku akan pergi, tetapi apakah aku telah siap?"

         Debat adalah merupakan satu hal: mempersiapkan sang tokoh utama dan para pembaca untuk segala sesuatu yang akan ditemui dan dihadapi pada Bagian Pertengahan. Karena, itu akan sangat berbeda dari apapun yang tokoh utama pernah lihat sebelumnya.

Episode apa, pada rute debat pada kisah Ngadiman? 

Debat pada kisah Ngadiman ternyata hanya  ada satu momen, yaitu:
          
Bab #19 Cahaya
Tema: Kesadaran baru, hasrat kebahagian yang Ngadiman cari ternyata keliru. Akhirnya Ngadiman memperbarui hasratnya, hasrat tujuan hidup yang hakiki, kebahagian hakiki, kehidupan setelah mati.

***

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...