www.izzuka.com

#24 Rute 12 - Kegelapan Jiwa

Faktanya, menunjukkan bagaimana sang tokoh utama bereaksi terhadap Semua Musnah dan bagaimana ia mendapat ketetapan hati.

Letaknya 75% - 80%, akhir dari Bagian Tengah.
          
          Jika Semua Musnah adalah Katalis lain, maka rute Kegelapan Jiwa merupakan Debat lainnya. Setelah terbentur titik nadir, apa yang dilakukan tokoh utama dalam bereaksi?
  • Tokoh utama merenungkan segala apa yang telah terjadi. 
  • Berkontemplasi. 
  • Sang tokoh utama berlama-lama duduk merenung, mempertimbangkan berbagai masalah, tak berdaya, 
  • dan mengasihani dirinya sendiri.        
Si Fulan banyak berpikir, mengapa sampai sejauh ini telah terjadi. Bahkan tidak itu saja, ia begitu kesalnya dengan teman-temannya yang tak mau kembali kepada cara yang benar, dan seterusnya.

          Detail reaksi yang timbul dari tokoh utama tergantung pada karakternya. 

          Dan, ini adalah momen terakhir sebelum hadirnya terobosan besar berupa pencerahan. Walaupun tokoh utama merasa putus asa di rute ini, sesuatu sedang bekerja di kedalaman hatinya. Menelaah, menganalisis, memproses, memandangi kembali pilihan-pilihannya. Memikirkan semua yang telah dicobanya dan gagal. Perlahan-lahan menemukan suatu kesimpulan nyata.

          Maka dari itu mirip dengan rute Debat, dan akan timbul pertanyaan; 

Apa yang mesti dilakukan sang tokoh dalam mengatasi keputusasaannya?

          Ini merupakan rute dalam kisah saat sang tokoh merenung dan mengilasbalik (flash back) semuanya.

          Jika mungkin, mungkin saja tokoh utama kembali ke tempat-tempat ketika ia berada di Bagian Awal. Terkadang ketika seseorang putus asa, akan mencari tempat-tempat yang dulu ia merasa aman, yaitu teman-teman lama, tempat-tempat kenangan, dan sebagainya. Namun, tentu itu tidak sama lagi dengan kondisi tokoh utama yang dulu. Dan, ternyata ia tidak merasa aman dan dekat dengan masa lalunya. Tetapi, itu semua justru bisa me review kembali perjalanan hidupnya selama ini. Menegaskan betapa banyak peristiwa telah banyak mengubah sang tokoh utama.

          Dan, ternyata ia tidak merasa aman dan familier lagi. Jelas saja, kondisi dahulu dengan sekarang tidak sama. Hal tersebut malahan memberi sorotan besar bahwa sang tokoh utama banyak mengalami perubahan. Tokoh utama bukan lagi orang versi Bagian Awal. Tokoh utama telah melewati dunia antitesis yang "jungkir balik", dan itulah yang mengubahnya. Sang tokoh akan merasa asing di suatu tempat yang dulu ia akrab dengannya. Sang tokoh tidak pantas lagi di sana, dan tentu saja tokoh utama itu telah tak bisa kembali ke keadaan sebelumnya.

          Hanya saja, mungkinkah sang tokoh utama karena beberapa sebab, ia kembali ke kondisi seperti Bagian Awal?

          Mungkin saja.

          Banyak cerita nyata yang menjadikan seseorang kembali seperti dahulu. Futur.
  • Ini musibah. 
  • Sang tokoh gagal mengalami transformasi
  • Jika demikian keadaannya, maka kisah nyata tersebut tak menarik lagi. 
  • Lebih baik dihentikan, karena sang tokoh utama dalam cerita tak layak untuk diceritakan. 
  • Ya, mungkin ada pelajaran hidup, tetapi pelajaran buruk
  • yang tak patut memberi contoh kepada para pembaca.
          Terlepas dari "gagal produk" transformasi tokoh utama, biasanya karena tokoh telah mengalami peristiwa yang mengubah dirinya, maka kembalinya ia menjadi seperti sosok di Bagian Awal cerita, 
  • tetap akan menimbulkan gejolak perang batin. 
  • Hidupnya tidak tenang dan selalu gelisah. 
  • Dia selalu ingin melanjutkan perjalanan trasformasinya yang telah "setengah matang", dan tinggal beberapa langkah lagi.
          Atau, ia memang telah Allah taqdirkan menjadi pribadi yang tidak bahagia, sengsara sampai hembusan nafas terakhir. Allah Musta'an, kita berlindung dari yang demikian. Ruhnya memang sejak sebelum disatukan pada tubuhnya adalah tercipta dari ruh yang jelek.

          Kita kembali kepada sang tokoh yang merasa harus melanjutkan perjalanan metamorfosisnya, bahwa ia sudah waktunya melakukan pilihan-pilihan yang sulit penuh rintangan, yang seharusnya dari Bagian Tengah ia lakukan.

          Sudah sampai waktunya sang tokoh utama melakukan perubahan yang hakiki.

Pada Kelindan Kisah-kisah Nyata, tokoh Fulan ini ada pada kisah:

Kisah #49 Konflik (3)

Guru-guru VS Takmir Masjid

***

Mau belajar menulis Kisah Nyata via daring (online), ikuti tahapannya, TAP /KETUK > di bawah ini:

Atau, mau belajar menulis Kisah Nyata via luring (offline), beli saja bukunya, TAP /KETUK > di bawah ini:
Buku Menulis
Kisah Inspiratif

rasa Novel - 55k


Mau belajar menulis Kelindan Kisah-kisah Nyata via daring (online), ikuti tahapannya, TAP /KETUK > di bawah ini:

Atau, mau belajar menulis Kelindan Kisah-kisah Nyata via luring (offline), beli saja bukunya, TAP /KETUK > di bawah ini:

Mau Belajar Ilmu Syar'i dengan Menuliskannya, mudah, sedikit demi sedikit, dan saban hari, TAP /KETUK > di bawah ini:
WhatsApp Salafy Asyik Belajar dan Menulis

Sederhana itu Lebih - Less is More. Desain bukanlah menambah-nambah biar berfungsi, tetapi desain adalah menyederhanakan agar berdaya guna.
Produk

Online Shop
Buku, Peranti belajar,
dan sebagainya



Misi


Fakta
Ciri Khas Artikel



F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...