www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#15 Rute 12 - Kegelapan Jiwa

Fungsinya, menunjukkan bagaimana sang tokoh utama bereaksi terhadap Semua Musnah dan bagaimana ia mendapat ketetapan hati.

Posisinya, 75% - 80% akhir dari Bagian Tengah.
          
          Jika Semua Musnah adalah Katalis lain, maka rute Kegelapan Jiwa merupakan Debat lainnya. Setelah terbentur titik nadir, apa yang dilakukan tokoh utama dalam bereaksi?

          Tokoh utama merenungkan segala apa yang telah terjadi. Berkontemplasi. Sang tokoh utama berlama-lama duduk merenung, mempertimbangkan berbagai masalah, tak berdaya dan mengasihani dirinya sendiri.
          
Si Ngadiman banyak berpikir, mengapa sampai sejauh ini telah terjadi. Bahkan tidak itu saja, ia begitu kesalnya dengan teman-temannya yang tak mau kembali kepada kebenaran, dan seterusnya.

          Detail reaksi yang timbul dari tokoh utama tergantung pada karakternya. 

          Dan, ini adalah momen terakhir sebelum hadirnya terobosan besar berupa pencerahan. Walaupun tokoh utama merasa putus asa di rute ini, sesuatu sedang bekerja di kedalaman hatinya. Menelaah, menganalisis, memproses, memandangi kembali pilihan-pilihannya. Memikirkan semua yang telah dicobanya dan gagal. Perlahan-lahan menemukan suatu kesimpulan nyata.

          Maka dari itu mirip dengan rute Debat, dan akan timbul pertanyaan, apa yang mesti dilakukan sang tokoh dalam mengatasi keputusasaannya?

          Ini merupakan rute dalam biografi saat sang tokoh merenung dan mengilasbalik (flash back) semuanya.

          Jika mungkin, mungkin saja tokoh utama kembali ke tempat-tempat ketika ia berada di Bagian Awal. Terkadang ketika seseorang putus asa, akan mencari tempat-tempat yang dulu ia merasa aman, yaitu teman-teman lama, tempat-tempat kenangan, dan sebagainya. Namun, tentu itu tidak sama lagi dengan kondisi tokoh utama yang dulu. Dan, ternyata ia tidak merasa aman dan dekat dengan masa lalunya. Tetapi, itu semua justru bisa me review kembali perjalanan hidupnya selama ini. Menegaskan betapa banyak peristiwa telah banyak mengubah sang tokoh utama.

          Dan, ternyata ia tidak merasa aman dan familier lagi. Jelas saja, kondisi dahulu dengan sekarang tidak sama. Hal tersebut malahan memberi sorotan besar bahwa sang tokoh utama banyak mengalami perubahan. Tokoh utama bukan lagi orang versi Bagian Awal. Tokoh utama telah melewati dunia antitesis yang "jungkir balik", dan itulah yang mengubahnya. Sang tokoh akan merasa asing di suatu tempat yang dulu ia akrab dengannya. Sang tokoh tidak pantas lagi di sana, dan tentu saja tokoh utama itu telah tak bisa kembali ke keadaan sebelumnya.

          Hanya saja, mungkinkah sang tokoh utama karena beberapa sebab, ia kembali ke kondisi seperti Bagian Awal?

          Mungkin saja.

          Banyak cerita nyata yang menjadikan seseorang kembali seperti dahulu. Ini musibah. Sang tokoh gagal mengalami transformasi. Jika demikian keadaannya, maka kisah nyata tersebut tak menaruk lagi. Lebih baik dihentikan, karena sang tokoh utama dalam cerita tak layak untuk diceritakan. Ya, mungkin ada pelajaran hidup, tetapi pelajaran jelek, yang tak patut memberi contoh kepada para pembaca.

          Terlepas dari "gagal produk" transformasi tokoh utama, biasanya karena tokoh telah mengalami peristiwa yang mengubah dirinya, maka kembalinya ia menjadi seperti sosok di Bagian Awal cerita, tetap akan menimbulkan gejolak perang batin. Hidupnya tidak tenang dan selalu gelisah. Dia selalu ingin melanjutkan perjalanan trasformasinya yang telah "setengah matang", dan tinggal beberapa langkah lagi.

          Atau, ia memang telah Allah taqdirkan menjadi pribadi yang tidak bahagia, sengsara sampai hembusan nafas terakhir. Allah Musta'an, kita berlindung dari yang demikian. Ruhnya memang sejak sebelum disatukan pada tubuhnya adalah tercipta dari ruh yang jelek.

          Kita kembali kepada sang tokoh yang merasa harus melanjutkan perjalanan metamorfosisnya, bahwa ia sudah waktunya melakukan pilihan-pilihan yang sulit penuh rintangan, yang seharusnya dari Bagian Tengah ia lakukan.

          Sudah sampai waktunya sang tokoh utama melakukan perubahan yang hakiki.

Pada Novel Nonfiksi tokoh Ngadiman ini ada pada bab:

#49 Konflik (3)
Ahlul Ilmi VS Takmir Masjid

***

Buku Menulis
Kisah Inspiratif

rasa Novel - 55k

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...