www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

Muter-muter

          Sekitar dua dasawarsa yang lalu, Alhamdulillah diberi kesempatan dan kemampuan oleh-Nya bermukim di suatu komunitas Salafiyin di bilangan ujung selatan ibukota, berbatasan dengan suatu kota administratif.
          
          Saban hari, setiap setelah magrib ada kajian seperti, Kitabut Tauhid, Riyadhus Shalihin, Tajwid, dan sebagainya.
          
          Lalu, setiap pagi sampai siang, dan sore ada kajian ma'had, yang bebas bisa diikuti siapapun. Masya Allah, nikmat dari Allah Subhana wa ta'ala.
 
          Namun, karena baru pertama kali mengikuti kajian-kajian yang begitu banyak dan intens, ketika diikuti, ada suatu kesan yang didapat. Yaitu ketika membaca kitab-kitab para ulama, begitu detail dan rinci penjelasannya. Satu permasalahan saja, terkadang bisa satu halaman penjelasannya, bahkan terkadang lebih dari satu halaman. Menjelaskan (tafsir) makna satu kata dalam ayat Al-Qur'an, atau syarah (penjelasan) suatu Al-Hadits, Masya Allah, begitu banyak faedah-faedah yang didapat.
          
          Hanya saja, bagiku yang baru mengalami ritme belajar dengan frekuensi tinggi, membuat aku agak terperanjat. Begitu pula, kitab-kitab yang begitu tebal, dengan penjelasan yang detail, rinci, dan seakan-akan berulang-ulang membuatku agak pusing.
          
          Maka, aku simpulkan penjelasan ulama: muter-muter. Berkisar itu-itu saja.
          
          Kini, ternyata Yang Maha Berkehendak memberi kesempatan dan kemampuan untuk suatu kegiatan yang mesti dilakukan. Yaitu menulis artikel-artikel di blog www.sketsarumah.com untuk memberi kepercayaan kepada pembaca blog terkhusus yang akan menjadi calon klien. Istilah para pakar pemasaran yaitu branding.
          
          Lalu, ternyata urusan ini tidak sampai di situ. Tahu-tahu dipanggil untuk bantu mengajar pelajaran Bahasa Indonesia di institusi pendidikan yang ada di lingkungan kami tinggal.
          
          Kesempatan tersebut, ternyata membuat terpaksa untuk lebih mendalami bahasa Indonesia, kalimat, kata beserta makna-maknanya. 
          
          Subhanallah, baru tahu bahwa,
setiap bunyi ujaran kita bisa membedakan makna suatu kata. Misal, la ri dengan la gi. Hanya beda bunyi bahkan beda huruf dari r ke g saja.

✓ Begitu pula makna suatu kata, ada yang berjenis umum, ada yang khusus, seperti membawa ini kata umum, bisa menjadi khusus seperti memanggul, menjinjing, menenteng, menggendong, wah banyak lagi.

✓ Jika bunyi, kata saja membedakan dalam berbagai makna, lalu apalagi kalimat, apalagi paragraf, apalagi suatu bab tulisan, buku, kitab yang berjilid-jilid dan sebagainya.
          
          Maka, betapa beragam, berbagai-bagai makna suatu tulisan. Sehingga para ulama membuatnya begitu panjang, detail dan rinci. Dipreteli satu-satu. Karena ya, itu setiap bunyi, setiap kata dan sebagainya ditulis untuk memperjelas, menerangkan, sehingga tidak ada lagi kemungkinan pemahaman dan pemaknaan yang salah dari hal-hal yang masih umum.
          
          Pagi itu (ini), seakan tersadar setelah membaca dan mengikuti kajian Aqidah Thahawiyah dengan pemateri Al-Ustadz Qomar ZA, Lc. Di kitab itu begitu panjang menjelaskan makna kata "syahida" dengan pelaku Allah Subhana wa ta'ala sendiri pada ayat Al-Qur'an. Seolah memberi pemahaman baru, bahwa,
          
          Ulama tidak "muter-muter" tulisannya. Tetapi, mereka takut kita salah dalam memahaminya, takut kita salah keyakinan, takut kita salah beramal baik kalbu maupun amalan anggota tubuh. Sehingga sangat penting untuk dipreteli.
          
          Dan, dimengeri begitu, karena akibat ada kesempatan mendalami bahasa kita. Dan, setiap bahasa bangsa manapun sama intinya, karena semua bangsa adalah manusia. Dan, memahamkan sesuatu dengan bahasa.
          
          Apakah kita masih merasa tidak mampu membaca dan memahami tulisan-tulisan yang panjang?
          
          Semakin detail tulisan, semakin rinci, semakin banyak kosa kata yang kita kuasai, dan insya Allah kita semakin cerdas, karena kita bisa membedakan derajat-derajat makna, bahkan makna kehidupan yang tak terhitungkan.
          
          Penting bagi yang menulis tulisan, untuk berusaha belajar kerangka tulisan, karena dengan menghayati kerangka tulisan baik Eksposisi, Artikel, Feature, ataupun Kisah, akan mudah dipahami jika kerangkanya jelas. 

          Jika tidak? Itulah yang dinamakan tulisan yang benar-benar muter-muter alias ngelantur.
          
***
          
WhatsAb Sabar
WhatsApp Salafy Asyik Belajar Saban Hari

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...