www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#05 Rute 2 - Penyingkapan Tema

Isinya, secara singkat menyingkap sedikit atau menyinggung perjalanan transformatif yang akan dilewati tokoh utama dimana kekurangan-kekurangan pada dirinya, pada akhirnya mampu ia taklukkan.

Posisinya 5% - 10% pada Bagian Awal Biografi.

          Penyingkapan Tema, merupakan kebutuhan sang tokoh utama berupa pelajaran hidup yang diisyaratkan atau disingkap sedikit di bagian awal cerita. Terkadang ini, disampaikan oleh tokoh-tokoh pendukung baik sengaja atau tidak.


          Jadi, secara nyata momen ini biasanya berupa seorang tokoh (bukan tokoh utama),
✓ memberi pernyataan, atau
✓ pertanyaan atau bahkan
✓ jawaban dari pertanyaan yang diajukan tokoh utama.

          Yang entah bagaimana terkait dengan hal yang harus dipelajari tokoh utama tentang pelajaran hidup nantinya di akhir cerita.

          Contoh-contoh kalimatnya:
✓ "Allah Subhana wa ta'ala tidak membutuhkan kita untuk berperan, tetapi kitalah yang butuh kepada Nya, untuk diberi kesempatan berperan bagi kaum muslimin," nasehat seorang teman.

✓ "Kamu itu anak cerdas, tapi gak mau pakai otakmu," ibu selalu mengulang-ngulang kalimat itu, jika aku sedang malas.

✓ "Apa sesungguhnya yang ingin kau lakukan dalam hidupmu?" tanya temanku sampai terheran-heran.

          Dan akhirnya, pada semua cerita biografi, sang tokoh utama mempelajari tema-tema tersebut dengan tepat.

          Perjalanan hidup apapun yang nantinya akan dipelajari tokoh utama, transformasi apapun yang akan dijalani, semua itu biasanya timbul berupa sinyal-sinyal pada bagian awal cerita. Dimana, itu akan meletup-letup di sela-sela seluruh cerita, dan akhirnya muncul secara jelas di suatu momen dan berlanjut sampai akhir cerita.

          Ini akan merupakan, benih yang secara perlahan tertanam dalam benak pembaca. Teknik bercerita yang demikian, dapat pula dipakai pada momen-momen yang lain. 

          Yakni, menyingkap sedikit secara global saja, apa yang akan terjadi kemudian. Yang demikian juga menyulut rasa penasaran pembaca untuk terus membaca cerita sampai selesai.

          Dengan kata lain, penulis memberi isyarat atau gelagat di dalam pikiran bawah sadar pembaca akan apa yang sebenarnya terkandung di dalam cerita.

          Karena, walaupun buku biografi kita memiliki berbagai misalnya pertarungan hebat, atau adegan-adegan yang dahsyat, tetapi jika kisah kita tak menceritakan tentang sesuatu, atau tak menyelami lebih dalam akan makna menjadi seorang manusia, maka buku itu tak layak dibaca.

          Kita ulangi lagi, bahwa ini semua adalah tentang transformasi. Yaitu tentang sosok tokoh utama yang tak sempurna dan memperbaiki ketidaksempurnaannya. Apa yang dibutuhkan untuk menghilangkan ketidaksempurnaan tokoh utama? Itulah tema kita. Dan, itu pula yang mesti kita ungkap.

          Penyingkapan tema, biasanya merupakan momen episode tunggal. Biasanya dinyatakan sangat cepat, lalu cerita berlanjut. Pernyataan tersebut bisa muncul pada, misalkan:
✓ perkataaan tokoh pendukung,
✓ papan iklan yang tokoh utama lihat,
✓ perkataan ulama yang ia baca,
✓ suatu kejadian yang berkesan,
✓ dan sebagainya.

          Pada bagian penyingkapan tema, terkadang tokoh utama kurang peduli, hanya saja suatu saat dia akan ingat ketika proses penyadaran. Atau, ia peduli hanya saja ia tak dapat melakukan aksi transformasi karena lingkungan tak mampu mendukung menuju ke sana. Dan, itulah memang kekurangan tokoh utama.

          Tokoh utama akan bergerak tertatih-tatih di Bagian Awal ini, dengan masalah dan kekurangannya ia mengambil keputusan-keputusan bodoh, menjalani kehidupan yang serba tak sempurna. Lalu, seseorang, siapapun atau apapun sekonyong-konyong datang seolah-olah berkata, "Tahukah kamu, apa yang mampu sesungguhnya memperbaiki hidupmu? Ini!"

          Tokoh utama sejatinya telah diberi jawaban untuk masalahnya langsung di awal buku. Namun, tokoh utama tak bisa mengabaikan, entah memang kurang abai atau tak mampu bergerak.

          Disamping itu karena, tokoh utama terkadang tak yakin akan perubahan tersebut. Dan, memang penyingkapan tema itu seringnya dinyatakan oleh pihak atau hal lain, tidak muncul begitu saja dari dalam diri tokoh utama.

          Itu artinya, sejatinya tokoh utama telah mempunyai jawaban-jawaban terhadap masalah-masalahnya di sepanjang cerita. Hanya saja tokoh utama kurang perhatian, bahkan mungkin tak peduli atau memang ia tak sanggup "move on".

          Sikap tokoh utama yang mengabaikan tema, yang bisa menjadikannya sosok yang sempurna, menjadikan dirinya manusia seutuhnya, dikarenakan sifat manusia memang tak mau disuruh-suruh.

Manusia akan berubah, hanya ketika mampu menyadari kekurangan mereka sendiri.

          Dan, itu terjadi bila mereka telah melewati seakan-akan terowongan perjalanan transformatif, dan keluar di ujung terowongan dengan akhirnya menyadari kebenarannya.

          Jadi, temukan dan cari tahu bagaimana tema itu tersingkap di bagian awal ini dan siapa atau momen apa yang menyatakannya.

 Pada kisah Ngadiman, penyingkapan tema terdapat pada kepingan-kepingan:

Bab #5 Kuswadi
Tema: Sopir aneh mencari kebenaran tanpa bimbingan ustadz atau ulama.
(Baru kerangka cerita)

Bab #6 Hari Raya
Tema: Secercah petunjuk tentang Islam
Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...