www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#12 Teknik penulisan Feature

Gaya bertutur cerita

         Pada dasarnya, penulis Feature adalah penutur cerita yang sanggup menggunakan imajinasi, kreativitas dan kemahiran bahasanya untuk menyulut rasa ingin tahu pembaca, mencengangkan, menjawab keragu-raguan, bahkan membuat pembaca tertawa atau menangis.
         
         Untuk memperkuat mengetahui ciri khas Feature dengan gaya bertutur cerita, di sini akan dijelaskan ulang tentang ciri berita biasa, lurus atau berita lempang (hard news) yang berseberangan dengan Feature. 
         
         Berita biasa, mesti taat pada asas aturan penulisan 5W + H (Who, What, When, Where, Why + How) yang kaku. Aturan tersebut membuat fakta atau aspek peristiwa terpenting yang disebut point of maximal interest (Titik Perhatian Maksimal - yang kita singkat saja TPM) harus ditulis pada paragraf pertama yang disebut teras berita, yang disebut atau terdiri:
✓ Lead
✓ Intro
✓ Tesis

          Tujuannya, agar pembaca tertarik membaca beritanya. Rangkaian paragraf berikutnya berupa:
✓Aspek peristiwa lain yang mendukung
✓ atau, lebih merinci TPM
✓ yang semakin ke bawah semakin kurang pentingnya, ibarat
✓ struktur piramida terbalik.

          Berseberangan dengan itu, Feature tidak harus mengikuti tata aturan penulisan seperti berita biasa, walaupun Feature tetap bisa diawali dengan TPM layaknya berita biasa.
 

          Dengan mengemban fungsi untuk memperhatikan dorongan kejiwaan pembaca yang ingin dibangkitkan, maka hal tersebut menjadi persoalan yang penting untuk diupayakan.
          
          Nah, di sini ada langkah-langkah yang perlu diusahakan untuk mencapai itu semua. Ada dua tahap;
✓ Sebelum menulis, dan 
✓ saat memulai menulis.

Sebelum menulis

          Jauh sebelum menulis Feature, tentu penulis berada di lokasi untuk melakukan kegiatan awal berupa reportase. Maka, ia mesti betul-betul memperhatikan keadaan di sekelilingnya dimanapun ia berada. Ia mesti menguatkan sinyal naluri sensitivitasnya terhadap lingkungan, berupa:
✓ Apakah ada sesuatu yang lain daripada yang lain.
✓ Apakah ada sesuatu yang selalu ingin diketahui pembaca.
✓ Apakah ada sesuatu yang dramatis.
✓ Apakah ada sesuatu yang dapat dijadikan saran kepada pembaca untuk menambah pengetahuannya.
✓ Apakah ada sesuatu yang dapat dibandingkan satu dengan yang lainnya.
✓ Dan sebagainya, yang sejatinya jumlahnya tak terbatas jika kita buat daftarnya.

          Berikut, sekedar contoh untuk membangkitkan ide kita:
✓ Situasi pasar dini hari
✓ Soal hak cipta pada suatu karya kreatif
✓ Sopir mikrolet yang tua renta
✓ Sentuhan keibuan perawat gadis rumah bersalin
✓  Pengrajin yang hasil karyanya sampai di manca negara
✓ Pemenang suatu lomba menulis
✓ Orang kaya mendadak
✓ Orang jatuh miskin mendadak
✓ Cerita petualangan
✓ Penyayang binatang
✓ Tentang petunjuk praktis melakukan sesuatu
✓ Hal yang melatarbelakangi suatu peristiwa nasional, regional maupun internasional
✓ Dan sebagainya.

          Salah satu cara untuk memperoleh bahan tulisan, selain observasi langsung, dengan cara wawancara (interview), yang akan dijelaskan pada bab berikutnya.

***
          
Buku
Menulis Artikel
Asyik Dibaca - 50k

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...