www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#24 Kategori Cerita: Perjalanan

          Destinasi (tujuan) gak penting, yang penting perjalanannya.

          Kata mutiara itu telah sering kita dengar, dan ada kalanya benar. Dan, kita tahu semua bahwa inti perjalanan bukanlah tujuan akhirnya. Namun, inti perjalanan adalah petualangan besarnya. Misinya, dan dramanya. Dan, ternyata inti utama perjalanan adalah apa yang kita temukan sepanjang perjalanan: mengenai diri kita sendiri.

          Elemen-elemen cerita dengan kategori perjalanan adalah:
1. Sebuah jalan
2. Sebuah tim
3. Sebuah hadiah
          
          Jalan di sini adalah merupakan latar tempat bagi perjalanan tokoh utama dan mungkin bersama tim. Tokoh utama dan timnya melintasinya demi misi mereka. Jalan itu bisa di darat, di lautan, bahkan bisa bersifat imajiner. Yang penting adalah jalan tersebut menandakan pertumbuhan. Oleh karena itu karakteristik cerita nyata dengan kategori Perjalanan, adalah:

          Proses transformasi tokoh utama sepanjang perjalanan.

          Sehingga akan timbul pertanyaan:

          Apakah sang tokoh utama pergi ke suatu tempat yang pasti, dan apakah kemajuan transformasinya dalam perjalanan tersebut?

          Terkadang dalam cerita perjalanan penulis perlu menghadirkan trik cerdas untuk membantu pembaca mengetahui progres tokoh utama selama petualangannya berproses. Seperti peta perjalanan yang menunjukkan tokoh utama telah sampai mana dan apa yang sedang tokoh utama lakukan pada posisi tersebut.
 
       
          Yang biasa terjadi juga adalah: sesuatu yang menghentikan perjalanan seketika, ketika kemenangan telah ada di depan mata. Itu merupakan rintangan secara harfiah atau kiasan yang harus dilalui tokoh utama dan timnya. Dan, itu memaksa mereka untuk melihat kembali strategi yang telah dijalankan. Menggali lebih dalam demi menemukan kepiawaian dan kekuatan sejati mereka.

          Tim yang bergabung dengan tokoh utama bisa kecil, bisa besar, bisa hanya dua orang, bisa tiga anggota atau lebih. Atau bahkan boleh jadi hanya satu orang, sang tokoh utama sendiri dan ketika dalam perjalanan bertemu beberapa orang yang berbeda yang membantunya sepanjang perjalanan.

          Terlepas dari ukuran timnya, cerita perjalanan sering mengandung cerita mengenai persahabatan. Siapa saja yang beserta tokoh utama di perjalanan biasanya memiliki peran dalam ranah internal atau spiritual tokoh utama. Mereka biasanya mempunyai keterampilan yang dibutuhkan tokoh utama dalam perjalanan.

          Keterampilan tersebut bisa berupa:
✓ kecerdasan,
✓ keberanian,
✓ baiknya hati,
✓ atau sesuatu yang dibutuhkan tokoh utama, karena kekurangannya yang telah dideskripsikan di bagian awal cerita.

          Untuk itu, setiap anggota tim harus diperkenalkan dengan cara deskripsi orang yang unik dan menarik. Jika anggota tim banyak, mendeskripsikan semua anggota tim yang rinci dan detail tentu akan menghabiskan banyak halaman. Maka dari itu cara deskripsi orang yang cerdas sangat penting. Karena jika deskripsi anggota bertele-tele, sedang anggota tim banyak, boleh jadi para pembaca bosan, dan segera menutup buku kita.
          
          Elemen terakhir adalah: hadiah atau tujuan perjalanan. Apa yang diincar sang tokoh utama dan timnya? Apa yang menanti mereka di ujung perjalanan, yang menantang dan luar biasa ini? Walaupun tujuan atau hadiah dari perjalanan  memang harus memikat dan menarik, tetapi pada akhirnya tujuan tidak sepenting perjalanan itu sendiri.

          Namun, tujuan perjalanan adalah sesuatu yang mesti ada. Sesuatu yang membuat tokoh utama dan timnya terhubung kepadanya. Seperti:
✓ pulang menuju rumah,
✓ mengamankan harta dan kaum muslimin dari mara bahaya musuh,
✓ kebebasan dari kungkungan negeri kafir yang zalim,
✓ ketenangan hati,
✓ mencapai suatu tujuan tempat yang penting, misal pergi menuntut ilmu, pergi haji, dan sebagainya.
          
          Tujuan atau hadiah utama itulah yang menggerakkan cerita. Terkadang, ketika telah di dapat ternyata biasa-biasa saja.

          Telah dibahas dalam buku "Menjadi Penulis Terampil - dari hanya kebiasaan menulis sederhana", bahwa semangat, motivasi dan kebahagiaan ingin mendapatkan hasil - yang ditunjukkan pada hormon dopamin - itu lebih besar daripada ketika suatu tujuan telah tercapai.

          Tujuan tersebut, hanyalah suatu hal yang bisa membawa tokoh utama dan timnya memulai perjalanan dan menuju ke jalan yang akan ditempuh. Bahkan, terkadang sang tokoh utama akhirnya tidak mendapatkan tujuan atau hadiahnya. Dan, ternyata bagi tokoh utama itu tak masalah, karena cerita perjalanan sesungguhnya bukan tentang tujuan atau hadiahnya. 

          Hal yang paling menyulut emosi pembaca adalah ketika tokoh utama menyadari bahwa harta atau tujuannya (jika dunia) yang ia incar tidak lebih berharga dibandingkan dengan harta karun yang sesungguhnya yang tokoh utama dapatkan di sepanjang perjalanannya seperti: cinta sahabat, kerja sama, atau apapun dari pelajaran hidup.

          Pelajaran hidup tersebut diraih oleh tokoh utama sepanjang perjalanan. Dan, itu justru didapat dari orang-orang dan insiden-insiden yang ditemui sang tokoh utama selama perjalanan. Terkadang pula, rangkaian insiden tersebut seperti tidak berhubungan satu sama lain. Namun, setelah dilihat struktur secara keseluruhan dari cerita, pada akhirnya berhubungan. Setiap insiden dan orang-orang memberi kontribusi satu kesimpulan pelajaran hidup yang didapat tokoh utama.

          Setiap insiden dan orang mestinya menggerakkan sang tokoh utama mendekati tujuan akhir sesungguhnya: pertumbuhan internal, transformasi! Yaitu perubahan nyata.

          Kelidan antara cerita eksternal berupa insiden, orang dengan cerita internal (pelajaran hidup) ini adalah struktur cerita yang luar biasa! Sampai kepada kesimpulan yang memuaskan dan transformatif.
          
          Sebagai rangkuman, jika cerita nyata yang panjang kita berupa cerita Perjalanan, pastikan 3 elemen tersebut, yaitu:

1. JALAN: bisa berupa lautan samudra, jalan berkilo-kilo meter, waktu, atau bahkan selama jalan tersebut menimbulkan pertumbuhan dan ada kemajuan dalam cerita. Dan, di jalan sering ada rintangan yang seketika menghentikan atau menghalangi jalan. Biasanya ketika mendekati tujuan atau hadiah perjalanan.

2. TIM atau TEMAN: orang-orang yang memandu sang tokoh utama, atau orang-orang yang secara pelajaran hidup akan mengisi kekurangan-kekurangan tokoh utama berupa, kemahiran, pengalaman, atau sikap hidup. Jika perjalanan tersebut hanya dilakukan tokoh utama sendiri, maka tim atau orang-orang yang membantunya adalah yang ditemui sepanjang perjalanan.

3. HADIAH atau TUJUAN: suatu hal yang asasi yang dicari seperti, pulang, harta, kebebasan, destinasi penting atau memperoleh hak yang semestinya.

***

Buku Menulis
Kisah Inspiratif

rasa Novel - 55k

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...