www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#01 Kitab-kitab Penuntut Ilmu

         Sebelum memulai pasal ini, sepantasnya bagi kami - al-Utsaimin - untuk menerangkan sebagian perkara yang penting bagi seorang penuntut ilmu, yaitu:

1 - Bagaimana seharusnya bermuamalah terhadap kitab?
2 - Menelaah kitab ada 2 jenis
3 - Mengumpulkan kitab-kitab
4 - Bersemangat terhadap kitab-kitab yang penting
5 - Mengklasifikasikan kitab-kitab

          (Baik, kita bahas satu persatu - izzuka.com)

1. Bagaimana seharusnya bermuamalah terhadap kitab?

          Bermuamalah terhadap kitab-kitab ada beberapa perkara:

a. Mengenal pembahasan kitab

          Sehingga, seseorang bisa mengambil faedah darinya, karena seseorang butuh kepada spesifikasinya. Terkadang, ada kitab yang (ternyata - izzuka.com) isinya adalah tentang sihir, sulap atau kebatilan. Maka dari itu, harus ada pengenalan terhadap pembahasan kitab, sehingga dapat diperoleh bahwa kitab tersebut berfaedah (tidak menjerumuskan - izzuka.com).

b. Mengenal istilah-istilah yang dipakai oleh penulis

          Mayoritasnya terletak pada mukadimah kitab. Pengenalan terhadap istilah-istilah akan menghemat waktu. Contohnya:

Penulis Bulughul Maram, ketika mengatakan, "Mutttafaqun 'alaih." Maka yang dimaksud adalah riwayat al-Bukhari dan Muslim akan tetapi,

Penulis kitab al-Muntaqa' berbeda, jika beliau menyebutkan, "Muttafaqun 'alaih." Maka yang diinginkan adalah riwayat Ahmad, al-Bukhari, dan Muslim.

✓ Demikian pula, pada kitab-kitab fiqh berbeda satu dengan yang lainnya antara 2 perkataan, 2 jalan, 2 riwayat, 2 kemungkinan arti.
> Maka, 2 riwayat dari seorang imam, dan 2 jalan dari 2 sahabat yang maksudnya adalah, para pengikut (tokoh) madzhab yang besar, ahli taujih (ahli dalam memberikan pengarahan). 
> 2 kemungkinan makna, karena berbedanya dua pendapat, 
> 2 kemungkinan artinya: adanya kebimbangan antara 2 pendapat, maka 
> 2 pendapat lebih umum dari itu semua.

✓ Demikian pula, dibutuhkan untuk mengetahui, bila seorang muallif (penulis) mengatakan إجماعا (ijma'an) atau وفاقا (wafaqan).
> kata إجماعا maksudnya adalah kesepakatan antara para imam.
> kata وفاقا maksudnya adalah kesepakatan tiga imam.
Sebagaimana istilah ini dipakai oleh *penulis kitab الفروع pada fiqih orang-orang Hanabilah.

✓ Demikian pula, pengikut-pengikut madzhab-madzhab lain, maka masing-masingnya memiliki istilah sendiri. Harus bagimu untuk mengerti istilah para penulis.

c. Mengenal gaya bahasa

           Yaitu, ibarat-ibarat yang digunakan penulis. Karena engkau akan menjumpai dalam kitab yang engkau baca, lebih-lebih lagi kitab ilmiyah. Kitab-kitab ini penuh dengan ilmu. Dan, engkau suatu saat akan melewati suatu ungkapan yang membutuhkan perhatian dan pemikiran terhadap maknanya, karena engkau belum terbiasa dengan gaya bahasanya.
Jika, engkau mengulang-ulangi kitab, engkau akan terbiasa.


✓ Ada pula perkara di luar muamalah dengan kitab, yaitu mengenai ta'liq berupa:
> hasyiyah (catatan kaki di bawah halaman), ataupun 
> hamisy (catatan di pinggir halaman).

          Hal ini, merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh penuntut ilmu. 

          Bagaimana prakteknya?

          Yaitu, ketika sedang belajar dan bila melewati masalah-masalah 
  • yang memerlukan keterangan, dalil-dalil, atau alasan-alasan yang boleh jadi nantinya takut terlupakan, maka 
  • hendaklah dicatat sebagai hamisy di pinggir kiri atau kanan halaman kitab. Atau dengan 
  • hasyiyah yaitu sebagai catatan kaki (di bagian bawah halaman kitab yang terkait masalah yang dibahas - izzuka.com).
          Hal ini, adalah perkara yang banyak dilupakan manusia. Padahal, andai dicatat tidak akan memakan waktu kecuali satu atau dua menit saja. Dan, setelah itu ia akan mudah mengingatnya kembali, ketika ia mengulangnya (memuraja'ah) kembali.

          Maka, sepantasnya bagi penuntut ilmu untuk memperhatikan masalah-masalah ini, lebih-lebih lagi pada kitab-kitab fiqh:
1. Engkau akan melewati sebagian kitab yang memiliki suatu masalah beserta hukumnya, lalu ...
2. engkau akan berhenti dan mendapat kesulitan, maka ...
3. engkau akan meruju' (mencari referensi - izzuka.com) kepada kitab-kitab lain yang lebih luas daripada kitab yang ada di hadapanmu, sehingga ...
4. akhirnya engkau menemukan perkataan /pendapat yang menjelaskan masalah tersebut, maka ...
5. perkataan itu hendaknya engkau tulis pada kitab (yang di hadapan - izzuka.com) mu, sehingga ...
6. ketika engkau membaca kembali pada kali yang lain, tidak perlu lagi untuk meruju' (membuka-buka - izzuka.com) kitab yang engkau nukil pendapat /perkataannya tadi, maka ...
7. dengan demikian, engkau akan menghemat waktu.

2 - Menelaah kitab ada 2 jenis

1. Menelaah dalam arti mentadabburi dan memahami, maka di sini seseorang (penuntut ilmu - izzuka.com) harus memikirkan, merenungkan pelan-pelan.


2. Menelaah dalam rangka mengetahui isinya saja

          Caranya adalah: cukup dengan melihat pembahasan-pembahasannya, atau pembahasan yang ada dalam kitab. Maka dengan demikian akan diketahui isi dari kitab.

         Menelaah pada jenis ini, 
✓ cukup dengan membuka halaman-halaman buku (kitab - izzuka.com) dan 
membacanya dengan cepat, maka
✓ padanya tidak dibutuhkan pemahaman, tidak pula tadabbur, sebagaimana menelaah jenis yang pertama.

         Cara terbagus dalam membaca buku itu adalah, dengan:
memahami, dan
memikirkan maknanya, serta
meminta bantuan kepada ahlul ilmi yang mempunyai pemahaman benar.

          Dan, tidaklah tersamar lagi bahwa Kitabullah adalah yang paling utamanya kitab untuk dipahami. Hendaknya kamu bersabar dan kokoh, karena tidaklah seseorang diberi pemberian yang baik dan lebih luas daripada kesabaran.

3 - Mengumpulkan kitab-kitab

         Sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu untuk bersemangat mengumpulkan kitab-kitab. Akan tetapi, hendaklah dimulai dari yang paling penting, kemudian kitab yang penting-penting berikutnya. (yang akan datang, akan dijelaskan kitab-kitab apa saja dari yang paling penting - insya Allah - izzuka.com).

          Apabila, seseorang itu hanya memiliki uang sedikit, tidak baik baginya dan bukan termasuk hikmah membeli banyak kitab yang menyebabkan dirinya berhutang. Maka, yang demikian itu termasuk tindakan yang jelek.

          Apabila engkau tidak mampu untuk membeli kitab dari hartamu, maka cukuplah bagimu untuk meminjam dari maktabah (perpustakaan - yang bermanhaj Salaf - izzuka.com) mana saja.

4 - Bersemangat terhadap Kitab-kitab yang penting

          Wajib atas seorang penuntut ilmu untuk bersemangat terhadap kitab-kitab yang penting, yaitu yang termasuk kitab-kitab induk. Dan, bukan karya-karya yang ditulis oleh orang-orang akhir.

          Karena, sebagian penulisan di masa sekarang, tidak mempunyai ilmu yang dalam. Jika engkau membaca apa yang mereka tulis, maka akan engkau dapatkan
pembahasan yang mengambang,
✓ terkadang dinukil tentang sesuatu dengan lafaznya, dan diubah dengan ungkapan yang sangat panjang, akan tetapi tidak berisi.

          Maka, wajib bagimu untuk bersemangat dengan kitab-kitab kaum Salaf, karena kitab-kitab tersebut lebih baik dan lebih barakah daripada kitab-kitab khalaf.

          (Mengapa demikian? - izzuka.com)

          Karena, mayoritas kitab yang belakangan:
sangat sedikit mengandung makna, tetapi sangat banyak kata-katanya,
✓ engkau akan membaca satu halaman penuh yang mungkin engkau bisa meringkasnya satu baris atau dua baris (kalimat - izzuka.com)

          Akan tetapi, kitab-kitab Salaf, engkau akan mendapati:
gampang, mudah, lembut dan kokoh, dan
✓ engkau tidak akan mendapati satu katapun kecuali memiliki makna.

          Termasuk kitab-kitab yang wajib dibaca oleh seorang penuntut ilmu adalah:
✓ kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu, dan muridnya yaitu:
Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullahu
          
✓ Telah diketahui bahwa kitab-kitab Ibnul Qayyim, mudah* dan halus kata-katanya, sedangkan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, ibarat-ibaratnya kuat karena melimpahnya ilmu beliau, dan menyalanya akal beliau.

Ibnul Qayyim terlihat seperti sebuah baitun ma'muratun (rumah yang dimakmurkan) yang terdapat di dalamnya penertiban dan pembenahan.

          Kami tidak bermaksud, untuk mengatakan bahwa Ibnul Qayyim merupakan salinan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, akan tetapi bahkan Ibnul Qayyim memperbaiki syaikhnya ketika beliau melihat Syaikhul Islam rahimahullahu menyelisihi sesuatu, yang menurut Syaik benar.

          Dalam hal ini, contohnya ketika Syaikhul Islam memegang pendapat:
Wajibnya membatalkan niat haji (dan mengubah - izzuka.com) kepada umrah. Dan, Syaikhul Islam memandang kewajiban itu hanya khusus untuk shahabat. Atas dasar:

Bahwasanya, Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu berpendapat:
Wajib atas orang yang tidak mampu membawa sembelihan ketika ihram untuk berhaji atau qiran, maka hendaklah ia membatalkannya kepada umrah.

          Sedangkan, Ibnul Qayyim berkata,
"Adapun aku, aku lebih suka /cenderung terhadap pendapat Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu daripada pendapat Syaikhku (Syaikhul Islam)."

          Beliau (Ibnul Qayyim - izzuka.com) dengan terang-terangan menyelisih Ibnu Taimiyyah rahimahullahu. Beliau berdiri sendiri, bebas dan tajam pikirannya. Namun, juga tidak mengherankan jika beliau mengikuti Syaikhul Islam pada perkara yang beliau pandang benar dan haq.

          Tidak diragukan lagi, jika engkau perhatikan mayoritas pendapat-pendapat Syaikhul Islam, maka engkau akan mendapatkannya benar. Dan, ini adalah suatu perkara yang telah diketahui bagi orang-orang mentadabburi kitab-kitab keduanya.

5 - Mengklasifikasikan Kitab-kitab

          Kitab-kitab terbagi menjadi 3 macam:
✓ Kitab-kitab yang baik
✓ Kitab-kitab yang jelek
✓ Kitab-kitab yang tidak baik dan tidak jelek

          Maka, bersemangatlah untuk menjadikan perpustakaanmu tidak berisi:
✓ kitab-kitab yang tidak ada kebaikan di dalamnya, 
✓ kitab-kitab yang ada kejelekan, dan
✓ ada buku yang sering disebut dengan kitab adab (sastra).

          Kitab-kitab ini hanya akan menghabiskan waktu tanpa mendapatkan faedah. Lalu, adapula
✓ kitab-kitab yang bermudharat karena mengandung pemikiran-pemikiran dan prinsip tertentu, apakah dalam bidang manhaj, aqidah atau yang lain, contohnya:
> kitab-kitab ahlul bid'ah yang menyimpang dari sisi aqidah, atau
> kitab-kitab yang ditulis penggerak revolusi atau pemberontak yang menyimpang dalam manhaj.

           Secara umum, setiap kitab-kitab yang mengandung bahaya jangan dimasukkan di dalam perpustakaanmu, karena kitab-kitab itu seperti makanan bagi ruh. Sebagaimana makanan dan minuman bagi badan.

          Jika engkau makan dengan kitab-kitab semisal  yang telah disebutkan di atas, 
✓ engkau akan tertimpa kemudharatan yang besar dan 
✓ engkau akan menghadapkan /mengarahkan dirimu kepada manhaj yang menyelisih manhaj penuntut ilmu yang shahih.

Sumber:
Kitab Kitabul Ilmi (arab .pdf) - Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Buku terjemahan - Kitabul Ilmi - Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...