www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#14 Rute 11 - Semua Musnah

Fungsinya, menceritakan titik nadir (momen terendah) tokoh utama dalam biografinya.

Posisinya, 75%
          
          Sang tokoh utama telah jatuh ke titik nadir. Dan, ada pernyataan yang mengatakan bahwa tak seorangpun sungguh-sungguh berubah hingga ia terbentur titik nadir.

          Karena, sang tokoh utama telah mencoba segala sesuatu, bahkan ia seakan-akan telah kehilangan semua yang penting baginya, sehingga ia akan melihat jalan yang benar.

         
Jadi, sebelum tokoh utama menemukan jalan sejati menuju transformasi atau metamorfosis sesungguhnya, ia akan terbawa kepada kedudukan yang begitu rendah, meluncur pada keputusasaan, sehingga tokoh utama tak punya pilihan lain kecuali benar-benar berubah dengan perubahan yang sejati.

          Berubah dengan cara benar. Tak peduli apakah menanjak atau menurun di rute Musuh mendekat, pada akhirnya tokoh utama mesti jatuh!

          Inilah rute Semua Musnah. Ini adalah episode ketika sesuatu terjadi pada tokoh utama yang menghempaskan di kedalaman yang begitu dalam menuju kekalahan.

Dimana, dalam kisah Ngadiman ini, ia telah dikhianati oleh orang yang ia percayai, sehingga ia dan keluarganya dalam keadaan genting tanpa seorangpun peduli. Ia dikucilkan.

          Apapun yang terjadi itu, peristiwanya sangat besar. Bahkan lebih besar daripada rute Katalis. Dan, seolah-olah tak dapat ditaklukkan. Keadaan tokoh utama *ebih buruk dari keadaan ketika ia di awal biografi.

          Segalanya memang, telah musnah. Titik nadir ya TITIK NADIR. MUSNAH!

          Ini sama saja dengan sesuatu bau kematian. Tak ada hal yang mewujudkan hilangnya harapan kecuali dengan kematian atau nyaris mati.

          Begitu banyak tokoh mati, bisa jadi para mentor atau yang tadinya pembimbing sang tokoh utama. Matinya para tokoh mentor, membuat tokoh utama dipaksa untuk melakukan segalanya sendiri.

          Dan, hal itu merupakan jawaban bagi tokoh utama untuk melihat jauh ke dalam bahwa ia masih mempunyai kekuatan, kemampuan dalam diri tokoh utama selama ini yang ia tanpa sadari.

          Jika pada rute ini tidak ada kematian secara konkret, biasanya tetap ada sebuah isyarat bau kematian. Seperti kematian suatu ide, atau kematian hubungan baik hubungan personal atau hubungan kemasyarakatan, atau kematian-kematian abstrak lainnya.

Dalam biografi Ngadiman, ada kematian persahabatan yang tadinya begitu kental yang telah terbangun dengan waktu yang panjang.

          Intinya, ada sesuatu yang berakhir di sini. Karena pada rute ini adalah tempat cara berpikir lama tokoh utama mati, dan cara berpikir baru lahir.

          Rute Semua Musnah merupakan suatu Katalis lain. Rute ini adalah suatu rute aksi yang sangat mirip dengan rute Katalis di Bagian Awal yang mendorong ke rute Debat lalu Meretas ke Bagian Tengah. Maka, Semua Musnah akan mendorong tokoh utama ke Kegelapan Jiwa untuk Meretas ke Bagian Akhir.

          Apapun yang terjadi pada tokoh utama dalam Semua Musnah, itu tetap karena kesalahannya. Mengapa? Karena tokoh utama masih keras kepala tidak mempelajari secara mendalam temanya. Ia masih mempunyai hasrat yang tumpang tindih dengan tema atau tujuannya yang sebenarnya. Ingin mendapatkan pelajaran hidup, tetapi dengan cara semudah mungkin, seringan mungkin.

          Akhirnya, musuh internal telah bekerja di balik layar tanpa ia rasakan, menggelincirkannya, mengakibatkan ia berbuat berbagai kesalahan. Dan kini membawanya kepada malapetaka yang besar.

Dalam cerita Ngadiman, ia patut disalahkan atas berakhirnya pertemanan bahkan kemasyarakatan terhadap komunitasnya. Seandainya Ngadiman dari awal telah menyadari karakter temannya dan lingkungannya mungkin itu mencegah seluruh kejadian. Dan, sejatinya naluri Ngadiman telah merasakan sejak awal, tetapi tujuan-tujuan lain yang tumpang tindih itulah yang mengaburkan instingnya itu.

          Bagaimanapun sang tokoh utama harus bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan keputusannya. Jika tidak, maka tak akan ada pelajaran hidup baginya untuk dipahami.

          Sekarang, tokoh utama tak mampu melakukan apa-apa kecuali menyesali kekalahannya dan merenungi pilihan-pilihan salah yang telah ia lakukan di kehidupan yang lalu. Tanpa ia sadari, ini merupakan perenungan yang paling dahsyat dan akan merombak hidup yang telah ia lewati.
          
Dalam kisah Ngadiman ini, rute Semua Musnah ada pada bab-bab:

Bab #48 Pisah
Menyelamatkan pendidikan anak sendiri

***
Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...