www.izzuka.com
Menjadi Terampil Menulis
hanya dari kebiasaan menulis sederhana, mau? buruan! TAP > Yuk! menulis di sketsarumah.com.

#17 Rute - 14 Klimaks

Fungsinya, menyelesaikan semua masalah yang terjadi di Bagian Tengah dan terbukti bahwa sang tokoh utama telah mempelajari tema kehidupannya dan telah bertransformasi yang sebenarnya.

Posisinya, 80% - 99%

           Tokoh utama kita akhirnya semakin bijak dan menyadari apa yang harus ia lakukan.

           Jadi apa yang mesti dilakukan?

           Inilah saatnya sang tokoh utama untuk melaksanakan rencana baru untuk Meretas ke Bagian akhir dengan cerdas. Ini adalah ujian akhir!

           Kita menyadari, bahwa Bagian Akhir hanya ada 3 rute, tetapi hampir 20% dari keseluruhan cerita. Artinya, rute Klimaks ini merupakan suatu rute yang sangat panjang.

           Jadi, apa yang terjadi di halaman-halaman rute Klimaks?

           Sang tokoh utama menjalankan rencana barunya. Dan, tentu  sangat panjang, memikat dan pasti seru!

           Agar memudahkan pemetaan perjalanan rute yang sangat panjang ini, maka kita bisa bagi menjadi 5 pos, ya Klimaks Lima Pos.

           Klimaks Lima Pos, membagi Klimaks menjadi lima sub-rute, yang akan memberi kita penanda-penanda jalan untuk memecah perjalanan akhir. Pembagian itu juga berfungsi adanya "rest area" dengan jeda jarak yang berdekatan. Ya, kita telah letih menulis sangat panjang, kita butuh sering istirahat agar dapat mencapai akhir cerita.

           Klimaks Lima Pos merupakan suatu blue print bagi inti Bagian Akhir, yaitu: menyerang Benteng! Menyerang Benteng adalah kiasan dari suatu rencana baru sang tokoh utama. Adapun sub-rute yang ada lima, adalah sebagai berikut:

Pos 1: Menggalang kekuatan

          Sang tokoh utama butuh bantuan, sekutu bahkan pasukan! Pasukan di sini bisa beberapa teman baik yang membantu. 

          Namun ingat, bahwa tokoh utama banyak kehilangan teman dalam rute Semua Musnah. Dia bisa mengumpulkan teman yang masih mendukungnya. Walaupun demikian terkadang tokoh utama tidak harus membutuhkan suatu tim dalam menyerbu benteng. Ada tokoh utama menyerang benteng seorang diri.

          Sub-rute ini bisa juga berupa Mengumpulkan Peralatan, secara detail misalnya: mempersiapkan persenjataan, menyusun rencana, mengumpulkan perbekalan, mempersiapkan rute penyerangan, dan sebagainya.

Pada kisah Ngadiman, momen ini terdapat pada tawaran teman-teman yang masih sepemikiran untuk bertemu dengan para guru-guru agama di suatu rumah di pusat ibukota.

Pos 2: Mengeksekusi Rencana

          Sekarang waktunya beraksi!

          Suatu rencana, selalu beresiko kepada kemustahilan. Akankah ini benar-benar berhasil?

          Rencana awalnya memang seperti gila, dan bagaikan tak mungkin berhasil. Namun, ketika mulai berjalan, rasa keberhasilan mulai tumbuh. Tokoh-tokoh pendukung berupa teman-teman yang membantu masing-masing mempunyai sifat unik. Dan mereka mendapatkan momen-momennya dalam penyerangan ini.

          Rencana tidak sesinting yang kita bayangkan, bahkan gampang dan lancar.

          Sub-rute ini, banyak tokoh pendukung yang mengorbankan diri mereka demi tercapainya tujuan. Ada yang berjatuhan.  Dan, pada akhirnya tokoh utama terpaksa melakukan sendiri, dan memang layak menjadi tokoh utama.

Rencana telah disiapkan, dan Ngadiman dan kawan-kawan telah menuju tempat yang telah disepakati dengan perantara teman lainnya.

Pos 3: Kejutan Menara Tinggi

          Sang tokoh utama dan tim telah melaksanakan rencananya, menerobos menembus benteng, dan tampak gampang.

          Namun apa yang terjadi? 

          Para musuh telah menggiring sang tokoh utama dan kawan-kawan masuk ke dalam jebakan. Betapa tokoh utama dan timnya telah menjadi terlalu percaya diri dan naif. Sejak awal rencana ini tak akan semudah yang dikira.

          Kejutan ini merupakan "plot twist", sebuah tantangan yang memaksa tokoh utama untuk terbuktikan sungguh-sungguh kualitas dirinya. Boleh jadi dikatakan Katalis lagi. Hanya upaya, keberanian, senjata, bahkan kecerdasan saja tak akan cukup dalam mengatasinya. Sang tokoh utama mesti menggali lebih dalam lagi.

Dan, ternyata apa yang diharapkan tidak sesuai harapan Ngadiman. Dimana, Ngadiman sendiri terombang-ambing dalam kebingungan, terdesak sana dan sini. Gagal total.

Pos 4: Menggali lebih Dalam

          Menggali lebih dalam, bileh jadi suatu Debat lagi. Ini akibat dari sebab yang telah dijalani. Sebab akibat atau aksi reaksi.

          Sub-rute ini, adalah momen yang dahsyat pada seluruh rute Klimaks, bahkan seluruh bagian Novel Nonfiksi ini.

          Sang tokoh utama sekali lagi tampak gagal, dan tak memiliki apa-apa lagi. Tak punya rencana lagi, tak punya harapan. Namun, tokoh utama masih memiliki "sesuatu". Sementara tokoh utama belum menyadari, memiliki sesuatu yang akan menjadi senjata terpenting.

          Kekurangan yang telah ditaklukkan, bahwa tokoh utama telah berubah.

          Hal tersebut tak mungkin tokoh utama lakukan pada awal cerita, karena cerita seolah-olah dimulai dari seekor ulat kecil, lalu hari demi hari menjadi kepompong, dan akhirnya betapa tokoh utama telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah dan tangguh. Metamorfosis.

          Kinilah saatnya sang tokoh utama, menggali lebih dalam dan menarik keluar kekurangan-kekurangannya dari sumbernya.

          Sub-rute ini merupakan momen yang memiliki suatu jiwa, berbicara pada level lebih dalam, suatu lompatan keyakinan.

Dalam karakter Ngadiman telah berubah dari penakut, kurang percaya diri menjadi kebalikannya berani, dan yakin.

Pos 5: Eksekusi Rencana Baru

          Dalam sub-rute ini, sang tokoh utama melaksanakan rencana baru yang menantang dan inovatif, dan tentu saja berhasil! Karena setelah semua pencarian jiwa dan transformasi dengan segala ketegarannya, akan menuai kemenangan.

          Tokoh utama telah menempuh perjalanan panjang dan teramat sulit dalam jangka waktu lama, dan memaksa dirinya untuk mencari jauh ke dalam diri dalam menemukan jawabannya. Sehingga tokoh utama nanti menerima akhir yang pantas.

          Atau jika, peristiwa akhir dipandang dari sudut kegagalan, ada maksud dari kegagalan tersebut. Ada pelajaran hidup manusia, lebih baik mencoba dan gagal dari pada tidak pernah mencoba sama sekali.

          Lebih baik kalah setelah berperang, daripada kalah sebelum berperang. Inilah hakikatnya adalah kemenangan kehormatan dan harga diri.
          
          Nah, itulah Klimaks Lima Pos, akhir gemilang cerita transformatif tokoh utama. Ia meninggalkan pesan dan amanat kepada pembaca untuk selalu dikenang, direnungkan dan menyentuh lubuk jiwa para pembaca.

          Bagaimanapun kenyataan yang dihadapi tokoh utama, klimaks itu memikat. Klimaks bukan kemenangan otomatis bagi tokoh utama. Tokoh utama biasanya tidak langsung mengerti apa yang harus dilakukan untuk Meretas ke Bagian Akhir. Namun, selalu ada rintangan, konflik, dinamis, bergolak, sarat dengan aksi dan emosi atau perjuangan.

Secara keseluruhan rute Klimaks pada kisah Ngadiman ada pada bab:

#52 Penculikan
Ishlah, Klimaks fitnah Faletehan.

#53 Pergi
Pindah ke Jawa Tengah di telapak kaki Merapi.

***

Buku Menulis
Kisah Inspiratif

rasa Novel - 55k

Mendesain kebiasaan BELAJAR ilmu syar'i dengan MENULISkannya, diretas bersama teman setia kopi di studio sketsarumah.com.
F A Q (Frequently Asked Questions)
Pertanyaan yang sering diajukan

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Bismillah, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...