Storytelling Si Alder: "Selagi"
Sobat Izzuka, di blog ini, ada tema menarik: Memoar Rasa Novel. Ceritanya nyambung terus. Supaya kamu enggak ketinggalan PORTAL terbaru dan hal-hal DI BALIK LAYAR CERITA yang enggak di-publish di medsos, pastikan Sobat amankan tempat di Channel Telegram resmi kami dulu >
Selagi
Alder pernah bingung, kapan sebenarnya waktu terbaik buat mengulang hafalan al-Qur’an?Siang kerja, malam letih. Akhir pekan? Kadang malah tergerus kebersamaan keluarga. Hafalan makin lari. Alder mulai panik.
Hingga suatu Subuh, saat kaki menelusur ke masjid, Alder temukan satu kata kecil yang membuka pintu besar: "selagi."
"Selagi berjalan menuju masjid, aku mengulang hafalan Al-Qur’an."
Ternyata, waktu yang ia anggap remeh itu - beberapa menit jalan kaki - bisa menjadi ladang berkah. Lidah bergerak perlahan, hati mengikutinya.
Al-Mulk, potongan-potongan ayat mulai pulang kembali rumah, hatinya.
Dan di situ Alder mengerti, menghafal bukan soal punya banyak waktu. Namun soal menghargai waktu, yang Allah ta'ala sendiri telah bersumpah atasnya: "Demi waktu..."
Kadang kunci itu bukan mencari ruang yang luas dan baru, tapi sudut kecil yang tak kita sadari.
Dan “selagi” itulah tambatan Alder.
Dan “selagi” itulah tambatan Alder.
Catatan: Kisah ini nyata. Alder adalah nama samaran untuk menjaga privacy tokoh dalam storytelling tersebut.
***
JOIN & Amankan link-link ke seluruh draf Memoar Rasa Novel, TAP /KETUK > di bawah ini:
Mau belajar menulis Kelindan Kisah-kisah Nyata via daring (online), ikuti tahapannya, TAP /KETUK > di bawah ini:
Mau belajar menulis Kisah Nyata via daring (online), ikuti tahapannya, TAP /KETUK > di bawah ini:
Mau Belajar Ilmu Syar'i dengan Menuliskannya, mudah, sedikit demi sedikit, dan saban hari, TAP /KETUK > di bawah ini:









Gabung dalam percakapan